SeMoGa bErmAnfAAt BaGi sEmUA

Tetap semangat jalani hidup..

Agen Kaos Singo9 Art Solo

Agen Kaos Singo9 Art Solo
Anda berminat??
Hubungi : 081904555171 atau 081548671280

Kamis, 12 November 2009

Buaya Semakin Sakit......

Langkah-langkah yang di lakukan para buaya semakin aneh dan terkesan tidak terkontrol dengan baik dengan koordinasi yang begitu sederhana. Setiap hal yang di lakukan adalah hanya untuk memberikan tanggapan dan untuk berusaha menjawab semua fakta-fakta pengadilan yang telah terbuka tanpa mereka duga.
Adalah Wiliardi Wizard yang telah kembali membelalakkan mata seluruh rakyat indonesia manakala di persidangan Antazari Azhar di jadikan sebagai saksi. Bukannya memberikan yang memberatkan namun ternyata malah membuat semua yang terjadi semakin jelas bahwa telah terjadi rekayasa dan upaya tidak jujur dari kepolisain negara republik ini. Dengan berbagai dalih kepolisian ganti memberikan keterangan yang ganjil, memperlihatkan potongan2 filem yang mana hanya di ambil pada bagian2 tertentu saja yang membuat mereka tidak terpojok. Ini mengingatkan saya pada Ghozul Fikri yang di lontarkan para kaum misionaris untuk memurtadkan para muslim di indonesia ini. Apakah ini fenomena yang tidak di sengaja atau memang sebuah skenario besar yang hampir terkuak.
Kasus Antasari memang mengawali semua nya, dari pembunuhan kemudian mengalir ke kasus usaha penghancuran KPK dan tidak di pungkiri bisa jadi akan menyangkut kasus Century. ketiga kasus ini sangat relevan jika mau di tilik dari segi sebab musibab kejadiannya. Oknum2 buaya terlibat di ketiga kasus itu dan semua nama2 jelas di sebutkan adalah para pejabat level atas. Kasus Bibit-Chandra sudah semakin jelas yang mana telah terjadi banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh oknum2 buaya namun tetep saja tidak akan mundur sejengkalpun oknum2 tersebut. Kini Buaya semakin kepepet karena ada anggotanya yang ternyata berontak akan kelakuan atasannya sendiri, separah itukah sakit yang di derita buaya ???? Benuh hal2 yang tidah jelas.
Ketiga kasus ini akan segera tuntas manakala semua oknum dan pejabat teras atas POLRI di ganti denga yang baru dan bener2 mengutamakan tugas bukan duit seperti yang di kemukakan Jaksa Agung yang meminta tambahan uang 10 T jika ingin kejaksaan bebas dari korup. Orang seperti inilah yang harusnya di singkirkan dari tahtanya, mau tidak mau dia telah memberikan keterangan yang melukai hati rakyat. 10 T di berikan belum tentu bersih, bisa jadi merajalela karena iming2 gaji besar, proses pengambilan pegawai pasti tambah penuh korup dan pungli. INI MASALAH MORAL DAN AKHLAK BUKAN MASALAH DUIT. BODOH ORANG YANG BILANG INI KARENA GAJI KURANG.

Yang pasti semua akan terbuka siapa dan institusi mana yang busuk......!!!!!

Read More......

Selasa, 10 November 2009

Met Hari Pahlawan...

10 Nopember, hmm..siapa yang lupa dengan tanggal ini yah ???
64 tahun yang lalu hari ini adalah hari yang sangat mencekam di Surabaya, saat itulah pertempuran hidup mati para pejuang kemerdekaan dengan tentara sekutu yang akan kembali menjajah negeri tercinta Indonesia ini. Semangat berkorban telah mencapai puncaknya, tiada kata yang pantas kecuali HIDUP MERDEKA ATAU MATI BERKALANG TANAH. Semangat yang tidak bisa di padamkan oleh apapun di dunia ini. Bersenjatakan bambu runcing menghadapai tank-tank dan senjata otomatis tentara-tentara sekutu dengan gagah berani maju di garis depan. MERDEKA..!!!! ALLAHU AKBAR...!!! itulah teriakan-teriakan para pejuang untuk menghadang tentara-tentara sekutu. Tidak sedikit nyawa di korbankan untuk menebus kemerdekaan yang sudah di raih yang akan di ambil kembali oleh belanda.
PAHLAWAN, hanya kata itulah yang sanggup kita berikan pada mereka sebagai tanda penghargaan walaupun mereka tidak pernah berharap menjadi pahlawan. Harta benda mereka relakan hingga nyawa mereka serahkan cuma-cuma demi bangsa dan negara ini.
Dan sekarang, semangat itu telah di khianati oleh para penerus bangsa ini sendiri. Dirusak oleh tangan-tangan dan hati yang kotor tidak bertanggung jawab di negara ini. Mereka buta akan sebuah perjuangan yang telah di lakukan oleh para pendahulunya. Serigala-serigala yang tidak pernah tau tentang pengorbanan. Rakus, Bejat, Biadab dan tidak mempunyai moral sebagai penerus bangsa yang bertanggung jawab dan di banggakan. Pemberontak terselubung ini telah menghancurkan panji-panji kebesaran bangsa dan negara ini. Menggadaikan harga diri, menghapus jati diri sebuah bangsa yang besar ini yang di raih dengan tetesan darah dari apra pejuang. Mereka selalu mengelak manakala di tunjukkan mana yang salah. Mereka merasa merekalah yang berhak menentukan nasib bangsa ini layaknya dagangan yang bisa di perjual belikan begitu saja. Sungguh memilukan dan sungguh membikin miris hati setiap generasi muda yang mempunyai potensi besar membesarkan negara ini, di mata mereka orang2 inilah yang harus di singkirkan dari pemerintahan kalau perlu dari negeri ini.
Mari para pemuda, kita singsingkan lengan baju. Kita benahi negara ini dri orang2 yang mempunyai hati kotor, kita singkirkan mereka dari negara ini agar tidak menjadi virus dalam tubuh NKRI. Hati-hati, banyak musang berbulu domba dan banyak sekali mata rakus yang akan selalu menghadang kita untuk membersihkan negara ini dari praktek2 kotor mereka.
DENGA SEMANGAT PAHLAWAN, MARI KITA KEMBALIKAN JATI DIRI DAN KEHORMATAN BANGSA INI DI MATA DUNIA UNTUK MENSEJAHTERAKAN RAKYAT. KITA KOBARKAN KEMBALI SEMANGAT PENGORBANAN YANG SELALU MENJADI LANDASAN PARA PAHLAWAN KITA DULU DALAM MENJADI NEGARA INI. HARTA, BENDA, NYAWA KITA KORBANKAN DEMI KEDAULATAN BANGSA YANG BESAR INI.
KITA MASIH DI JAJAH OLEH SEGELINTIR ORANG KITA SENDIRI. BERSIHKAN MEREKA ATAS NAMA BANGSA. MERDEKA!!!!!!!!
Selamat Hari Pahlawan...!!!

Read More......

Sabtu, 07 November 2009

Sungguh Menyesakkan Nafas, Kenapa Polri gak berani tegas..????

Wawancara eksklusig Ari Muladi dengan Metro Tv, ternyata membalikkan gakta bahwa BAP lama yang di umumkan oleh Kapolri saat RDP dengan komisi 3 DPR dengan jelas terbantah kah manakala ternyata Ari muladi membenarkan bahwa yang kedua yang benar bukan yang pertama seperti yang keluar dari pembicaraan Kapolri saat itu.
Yulianto / Anto yang menjadi aktor baru yang sekarang tidak di ketahui keberadaannya inilah akan menjadi kunci kejelasan kasus ini. Dialah yang menerima uang dari Anggodo Ari yang berasal dari Anggodo (biawak sebenarnya).
Buronan sebenarnya yaitu Anggoro di pastikan tertawa terbahak2 melihat tingkah yang di peragakan oleh aparat penegak hukum yang telah berhasil mereka permainkan. Tikus itu masih di luar negeri, dan tidak ada yang menyentuh malah MS. Kaban kini menjadi penggantinya untuk di jadikan sasaran Polri berikutnya.
Skenario macam apa ini ????
Menahan Anggodo gak bisa, gak ada bukti. Anggoro sudah tau tempatnya tapi gak di ambil padahal itu buronan, KPK yang merupakan lembaga yang memberikan bukti nyata kerjanya di obok2, apa lagi yang akan terjadi. Komisi 3 DPR tidak suka dengan keberadaan Tim 8 dan malah memberikan tempat Kapolri curhat. Behhh........metode macam apa lagi ini sampe2 DPR yang notabene wakil rakyat pun mengkhiaskan membela Polri. Capek mikir DPR yang memang susah untuk di tebak pendapat dan keputusannya.
Bisa2 sesak nafas kalo kita pikirkan terus ini kasus. Gak ada ketegasan dari Polri untuk para penjahat, tapi untuk menjaga nama baik apapun akan di pertaruhkan walaupun malu mengakui kesalahan.......

Read More......
 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

Tempat mencurahkan pikiran dan emosi...biar gak stress. © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu