25 M, wuihhhhh tak terbayangkan seandainya ku punya duit segitu banyaknya. Diluar angan2ku mempunyai sebegitu besar harta yang berupa duit. Saya pasti akan hidup makmur 7 turunan tanpa kerja, jangankan 25 M...10 M aja lah kasih kan saya pasti akan ku simpan dengan baik dan untuk menolong orang2 yang membutuhkan. Naik Haji, bikin yayasan Sosial bikin usaha buat orang miskin, dsb deh. Tapi belum juga bermimpi punya duit itu ehhhhhh sudah ada orang yang dengan santainya mendapatkan duit sebanyak itu hanya dengan duduk diam di kantor sambil jalan sana sini ketemu pelanggan. Gila memang kalo kita pikir2, tapi apa bangganya yah punya duit segitu banyak ternyata malingan semua dari duit rakyat ?????
Ini bukan manusia tapi ini iblis yang menjelma manusai sebagai mana layaknya Anggoro dan Anggodo Wijoyo. Tunggu..!!! Gayus hanyalah seorang pesuruh alias kacung dan bukan bos nya. Pasti ada yang lebih besar dari itu karena dia bosnya, jika berani terbuka dan jujur para pejabat negara khususnya dalam hal ini adalah pejabat pajak harus berani buka rekening sejelas2nya.
Kalo wsudah begini jadi malas membayar pajak dan jangan salahkan kalo para wajib pajak memboikot pajak. Ini lumrah karena ini imbas dari setiap kejadian. Semua kejadian ini telah di ungkap oleh Allah yang mungkin sudah muak dengan kelakuan2 orang2 yang menjabat di negara ini, para pemimpin yang korup tapi sok suci dan pinter ngomong sok sosial dan sok negarawan padahal penjahat kelas kakap. Mungkinkah negara ini sudah di kuasai oleh MAFIA2 yang berniat menjatuhkan negara ini dengan segala cara dan dengan dalih kemajuan dan kesejahteraan rakyat ???????
yang pasti gerakan memboikot pajak di facebook tidak bisa disalahkan, itu sebuah raksi atas kelakuan2 pejabat yang bermental BEJAT dan KORUP...!!!!! TEGA2NYA KALIAN makan HAK RAKYAT MISKIN.. ??!!!!!!!!!!!!
KALO MAU KAMI MEMBAYAR PAJAK, MAKA YAKINKAN KAMI TIDAK ADA SEPESARPUN UANG PAJAK YANG AKAN DI KORUPSI. DAN TUNJUKKAN LAPORAN KEPADA KAMI PAJAK2 YANG SUDAH KAMI BAYARKAN AGAR KAMI PERCAYA BAHWA PAJAK YANG KAMI BAYAR MEMANG BENAR UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT.
KALO TIDAK BISA MENUNJUKKANNYA MAKA JANGAN BERHARAP KAMI AKAN MEMBAYAR PAJAK LAGI. KAMI MUAK DENGAN WAJAH2 ANDA PARA PEJABAT YANG SOK SUCI NAMUN TERNYATA MUSANG BERBULU DOMBA DAN BERMULUT BUAYA.
SUSNO DUAJI, mantan kabareskrim POLRi ini kembali di rundung masalah. setelah dulu di hujat masyarakat akibat perbuatannya kini dia berbalik ingin membongkar BOROK KEPOLISIAN yang selama ini dia tau. Pastinya hal itu sangatlah membanggakan kita karena ada pejabat tinggi polri yang berani membuka aibnya, itu bukan sebuah kesalahan untuk mencari kebenaran dan harus kita dukung sepenuhnya. Tapi lagi2 terbentur dengan orang2 kerdil hati yang ada di kepolisian, kayaknya mereka gampang sekali membelok2kan aturan yang harusny mereka sendiri taati. Dugaan korupsi dan markus harusnya di usut terlebih dahulu hingga tuntas jika memang tidak terbukti makan barulah di laorkan pencemaran nama baik. Jendral2 bodoh yang tidak tau aturan dan sombongnya minta ampun ternyata masih banyak di kepolisian negara ini. mentang2 jendral maka mreka bisa semena2 menentukan aturan2 yang harus di kerjakan meski bertentangan dengan aturan mereka sandiri. Dan anehnya pucuk pimpinan kepolisian juga hanya diam dan meng"iya"kan saja tanpa pernah mau menegakkan aturan yang sesungguhnya. Susno kembali di uji oleh institusinya sendiri yang sekian lama dia bela tapi yang akhirnya menjeruskan dia ke jalan berliku kegelapan.
Kita juga tidak tau apakah ini murni kasus pengungkapan dari susno atau ini hanya pembiasan kasus mega skandal CENtury yang hingga kini pun KPK tidak pecus menaganinya dan terkesan takut, lambat dan tidak berkutik.
SEBEJAT apakah negara ini ????
bagaimana baik buruk pemerintahan itu tergantung pemimpinnya, kalo pemimpin itu buruk maka apa yang di pimpinnya akan buruk semua meskipu disitu bertengger orang2 baik dan lurus di dalamnya.
Dulu, Un telah banyak memakan korban generasi muda SMA/SMK/MA. Banyak sekali yang gagal dengan nilai minim di bawah standar nasional yang di tentukan yang di canangkan oleh DIKNAS. Kementrian ini ngoto menyelenggarakan UN agar standart nasional tercapai bisa dibilang pendidikan Indonesia maju. Namun tidak mereka perhatikan bahwa untuk menyelenggarakan sesuatu yang bersifat standar nasional itu berat syaratnya, semua elemen yang mendukung juga harus di standarkan dulu untuk menghadapinya.
Infrastruktur belum standar, tenaga pendidik belum standar, materi belum standar, peralatan pendukung belum standar, dll masih banyak yang belum standar. tapi dibalik itu semua UN tetep diselenggarakan hanya demi gengsi. Akibatnya banyak sekalo siswa-siswi yang gagal dan harus rela tersingkir dan mencarai alternatid lain dengan program Kejar paket C yang tidak bisa di jamin 100% ijazahnya di terima sejajar denga lulusan2 sma/smk/ma.
Sebuah keinginan yang di paksakan tanpa peduli mengorbankan banyak sekali anak didik, ketidak adilan ini dianggap benar oleh para pejabat yang ingin mencari nama agar mereka dianggap berhasil dalam tugasnya.
"INI TIDAK ADIL !!! INI ADALAH PEMAKSAAN KEHENDAK DAN PENGKEBIRIAN HAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN YANG LAYAK"
Kegoisan pejabat ini menandakan bahwa
KEBODOHAN MEREKA DIPAKSAKAN KEPADA PELAJAR.